Senin, 25 Juli 2011

Bujang Gadis Bende Seguguk Kembangkan Bakat dan Potensi Diri


Dalam ajang Pemilihan Bujang Gadis Bende Seguguk (BGBS) tahun 2011, merupakan suatu anugerah yang tak ternilai, meskipun tidak menjadi tingkat pertama, dan ini menjadikan motivasi untuk ke depannya agar bisa menjadi lebih baik lagi. Dan kita harus menerima dengan lapang dada, meskipun itu kalah atau menang.

Sikap ini, telah tertanam pada salah seorang pemenang lomba pemilihan BGBS, gadis yang bersekolah di SMA Negeri 10 Palembang Kelas XI, Jurusan IPA ini, merupakan anak dari pasangan Bapak Gamal Abdul Najib,SH dan Ibu Dra. Nuraida.  Dini begitu panggilan akrabnya, yang memiliki nama lengkap Sicilia Pebri Try Andini,  merupakan peserta Lomba BGBS tahun 2011, dengan hasil seleksi pada malam pemilihan (6/6) lalu ia memperoleh juara Harapan I (Satu), meskipun demikian ia tetap gembira, karena banyak saingan-saingan yang tersingkir dari seleksi tersebut. 
Ungkapan ini disampaikan oleh Dini, saat diwawancari media ini, “Saya bersyukur kepada Allah SWT, dan tidak lupa mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang telah membantu saya dalam mengikuti ajang pemilihan Bujang dan Gadis Bende Seguguk, terutama kepada kedua orang tua saya, kedua kakak saya Beriansyah Perdana dan Rian Zabania, serta adik saya yang paling saya sayangi Aditya Patrawijaya.  Selain itu, pihak-pihak luar seperti Kepala Sekolah Bapak Drs. Jonson Liberti, Wali kelas saya Ibu Kurniati,MSi dan guru kesenian saya Ibu Isnayanti Syafrida beserta guru-guru saya yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu, selain itu juga ucapan terima kasih juga kepada Niai (Nenek-red) Gulu Fatma Dewi, serta Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), terutama Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil OKI, sebab saya bisa tampil karena saya utusan dari kantor tersebut, selain itu Om Farel yang membuat saya tampil cantik pada malam itu...hahahaha!!!”,  ungkap Dini sambil tertawa.
Dini juga menyampaikan pesan dan kesan, “Dengan terpilihnya saya, sebagai Gadis Bende Seguguk sebagai Harapan I (Satu), Saya akan berusaha untuk melaksanakan tugas dan kewajiban saya sebagai Gadis Bende Seguguk, karena kegiatan ini sangatlah positif dimata saya karena, disini saya bisa mengembangkan potensi diri saya, baik di sektor kepariwisataan maupun di dunia pendidikan, karena saya bercita-cita ingin menjadi dokter, mudah-mudahan cita-cita saya bisa tercapai, Amin.. seiring saya menyandang gelar Gadis Bende Seguguk ini, adalah anugerah yang tak terhingga karena saya baru kali ini ikut ajang tersebut”.
“Dengan diperolehnya gelar Gadis Bende Seguguk ini, saya siap melaksanakan tugas yang diberikan dari Dinas Pariwisata yang ada di Kabupaten OKI, serta akan mendukung program kerja Ketua TP-PKK OKI selaku pembina Dewan Kesenian OKI yaitu Ibu Hj. Tartila Ishak, selain itu mohon bimbingan dan arahan dalam melaksanakan tugas tersebut”. Ungkap Dini.
“Saya juga mengajak teman-teman kalau ada ajang seperti ini, agar kiranya bisa mengikutinya, karena disinilah kita dapat mengembangkan bakat dan potensi kita, yang mungkin selama ini tidak ketahui.  Karena ajang ini merupakan ajang yang positif bagi genarasi muda apalagi kakak-kakak dan dewan pembina serta ikatan BGBS yang membuat kita bisa menjadi mandiri dan luwes dalam bergaul”. Ditambahkan Dini “saya mohon maaf kepada kakak-kakak Ikatan BGBS seperti Kak Maliki, Kak Ican, Kak Amid, Kak Deka Mora, Kak Melisa, Kak Tita, Kak Bana dan kakak-kakak yang lain yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu, mungkin selama ini saya terkesan sombong dimata kakak-kakak semua, tapi dengan adanya bimbingan dari kakak-kakak, alhamdulillah, saya dapat mengembangkan potensi diri saya dengan seluas-luasnya, dan kedepannya mohon bimbingan dan kerjasamanya”.  Harap Sicilia Pebri Try Andini putri dari Bapak Gamal Abdul Najib.***

Adakan Pemotongan Untuk Mobiler Kantor


OKI, PR – Segala aturan telah ditetapkan oleh Pemerintah dalam pelaksanaan Petunjuk Teknis dan Petunjuk pelaksanaan penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bahwa salah satunya tidak dibenarkan diadakan pemotongan oleh Pihak manapun, sebab harapan pemerintah dengan adanya Dana BOS tersebut, agar sekolah dan siswa dapat terbantu dalam pembiayaan pendidikan wajib belajar Sembilan tahun.
Namun berdasarkan informasi yang diterima Tabloid ini namun tidak mau menyebutkan namanya, menyampaikan bahwa di Kecamatan Cengal Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) di Lingkungan Pendidikan yaitu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Kec. Cengal diduga telah melakukan pungutan sebanyak Rp.1.000,- per bulan per siswa  namun diambil secara triwulan yaitu sebesar Rp.3.000 tiap triwulan per siswa, mulai triwulan terakhir tahun 2010, dan awal 2011 pada setiap siswa sebanyak 5.445 orang siswa yang menerima bantuan BOS dan bila dihitung total pungutan lebih kurang Rp. 16 juta. 
Dari sumber tersebut Tabloid ini, mengkonfirmasikan dengan kepala UPTD Pendidikan Cengal, Jimmy,S.Pd, (27/4)  diakui dan dibenarkan oleh Jimmy, dan dijelaskan juga dana tersebut digunakan untuk pembelian mobiler kantor UPT Cengal, jelas Jimmy.  Ditambahkan juga bahwa mobiler di kantor UPTD Pendidikan Cengal sudah tidak layak lagi, jadi dana tersebut kita alokasikan ke situ, ungkap Jimmy,S.Pd.
Dan menurut salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) TRAP, Pipin SJ, mengatakan bahwa permasalahan pemotongan dana BOS sebanyak Rp.3.000,- Per Siswa di Kecamatan Cengal, laporan pengaduannya telah disampaikan kepada Inspektorat Kabupaten OKI dan ditembuskan beberapa instansi terkait, untuk sementara belum ada informasi bagaimana tindakan selanjutnya, apakah ditindak sesuai aturan yang berlaku atau tidak, itu semua kita serahkan kepada pihak yang menanganinya, ungkap Pipin.
Selain itu, nara sumber lain yang tidak mau disebutkan namanya juga menyampaikan,  di UPTD Pendidikan Cengal, diduga telah memotong  gaji guru dalam wilayah Kecamatan Cengal sebanyak Rp. 40.000 – Rp. 50.000,- per guru, setelah dikonfirmasikan melalui Handphone Juru Bayar UPT Cengal berinisial  JL, menjelaskan pemotongan tersebut digunakan untuk transportasi dan operasional pengambilan gaji setiap bulannya, menurutnya pemotongan tersebut telah disetujui  oleh Kepala UPT Cengal. Ungkap JL melalui ponselnya.
Dari dugaan-dugaan yang telah dilakukan oleh Oknum-oknum  yang tidak bertanggung jawab dan menyalahgunakan wewenang dan laporan dari LSM, kiranya pihak-pihak terkait, dapat menindak lanjuti permasalahan tersebut, sehingga aturan bisa ditegakkan....semoga. (Tim)

Oknum Kepsek Jarang Masuk, Sekolah Terbengkalai


Dalam mencerdaskan kehidupan anak bangsa, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan berbagai macam pembangunan untuk terlaksananya pendidikan disegala penjuru Indonesia. Sarana dan prasarana merupakan sebagai pendukung untuk kelancaran proses belajar mengajar, serta kedisiplinan tenaga pengajar yang membuat siswa didik menjadi lebih giat lagi dalam belajar menuntut ilmu. 

CENGAL, PRN - Bagaimana bila seorang tenaga pengajar melalaikan tugas dan kewajibannya, sanksi apa yang diberikan bila oknum tersebut seorang Pegawai Negeri Sipil.  Sebab pemerintah terus berupaya untuk mencerdaskan anak bangsa, pemerintah telah memberikan gaji, bonus, tunjangan,  dan tambahan-tambahan honor lain, seperti yang sekarang ini yaitu honor sertifikasi, honor guru terpencil dan lain sebagainya.  Tujuan ini untuk memotivasi tenaga pengajar atau guru, untuk lebih fokus dalam menjalankan tugasnya.  Sebab guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa, jadi sepatutnya pemerintah memberikan penghargaan kepada para guru.
Namun berdasarkan hasil investigasi Tim Tabloid Pers Reformasi saat berkunjung di salah satu desa yang berada di Wilayah Pantai Timur, tepatnya di Desa Kuala Sungai Jeruju Kecamatan Cengal Kabupaten Ogan Komering Ilir (15/4) lalu, tim menemukan salah satu Sekolah Satu Atap (SD dan SMP) yaitu SD/SMP Negeri Sungai Jeruju dengan Oknum Kepala Sekolah bernama Anis.
Dari hasil investigasi, terlihat bangunan sekolah beserta mobiler, sama sekali tidak mendukung untuk kelancaran proses belajar mengajar, saat tim menuju Sekolah tersebut.  Dari kejauhan sudah nampak salah satu bagian sekolah terbakar, yang menurut informasi dari warga bahwa sekolah tersebut dibakar oleh massa dan seperti sudah lama, namun saat itu tidak ada perbaikan sedikit pun.  Kembali tim menelusuri satu persatu ruangan kelas seluruh bangunan tampak sekali sekolah tersebut seperti tidak pernah ada kegiatan belajar mengajar, seperti ruang kelas yang terbuat dari kayu banyak sudah lapuk, dinding dan lantai ada yang berlubang, mobiler seperti kursi, meja sudah tidak layak lagi, lemari tempat menyimpan buku pelajaran seperti rak sepatu dan buku-buku berserakan, selain itu ada sebagian bangunan yang nampaknya pernah direhab namun seperti tidak selesai, ini dibuktikan ada ruang kelas yang agak bagus dalam arti kata, mempunyai jendela kaca, plafon, dan ruang kelas lain tidak memiliki jendela dan plafon.  Dapat disimpulkan 10 persen bagus, 10 persen cukup bagus dan 80 persen rusak parah dan tidak layak.
Dari penelusuran tersebut, Tim Tabloid Pers Reformasi, mewawancarai beberapa masyarakat desa Kuala Sungai Jeruju Kecamatan Cengal yang kebetulan saat itu ada warga yang ikut serta menemani tim, salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya menjelaskan dengan penuh kecewa kepada Tim Tabloid ini, “bahwa sekolah kami ini, sudah lama tidak ada aktifitas”. Jelas warga tersebut.  Saat ditanyakan kenapa bisa begitu, warga tersebut menjelaskan “Pertama, guru-gurunya tidak ada lagi yang masuk kerja, karena kepala sekolahnya jarang masuk ke sekolah, biar pun masuk paling sebulan satu kali masuk, jadi para guru di sekolah itu, merasa seperti anak ayam kehilangan induk”, jelas warga tersebut.
 “Kepala sekolah itu bernama Ibu Anis, dan dia sekarang ini, tinggal bersama suaminya yang juga kepala salah satu SD Negeri di Sungai Jeruju Darat, jadi jarang sekali memperhatikan sekolah yang dipimpinnya”. Ungkap warga.  Ditambahkan lagi Selain itu menurut infomasi, yang merehab sekolah tersebut adalah Ibu Anis, karena waktu itu kepala sekolah mempunyai wewenang sebagai pelaksana pembangunan,” jelasnya.  Bagaimana dengan anak didiknya?, warga tersebut menjelaskan, “ya...bagaimana mau belajar siswanya guru dan kepala sekolahnya saja jarang masuk, jadi siswa ada yang sudah pindah ke sekolah lain,” jelas warga tersebut.
Saat dikonfirmasikan di Dinas Pendidikan Kabupaten OKI, melalui salah satu Kepala Bidang H. Asnawi, S.Pd, (19/4) lalu menjelaskan “Saat kita (Rombongan Dinas Pendidikan-Red) meninjau ke Desa Kuala Sungai Jeruju, memang Sekolah tersebut terbakar, dan akan segera diperbaiki, dan Kepala sekolah tersebut segera diganti”, jelas Asnawi.
Lain tempat, Saat ditemui kepada UPT Dinas pendidikan Cengal, Jemmy,S.Pd (24/4) “Masalah terbakarnya sekolah itu, oleh perbuatan anak-anak yang main kembang api atau petasan yang nyasar masuk ke Sekolah yaitu Perpustakaan, lalu terjadilah kebakaran, untuk Ibu Anis telah diberhentikan dari Jabatan Kepala Sekolah dan sekarang menjadi guru biasa,” Jelas Jemmy.  Saat ditanyakan bagaimana pertanggungjawaban Bu Anis, masalah Absensi, Bangunan yang dikerjakannya, Dana-dana yang masuk ke sekolah seperti BOS, DAK dan lain-lain, Jemmy,S.Pd tidak memberikan komentar, dan hanya menjelaskan bahwa “permasalahan Bu Anis ini, sudah dari UPTD yang lama yaitu Karli,BA, sebab kita baru jalan empat bulan sebagai UPTD” jelasnya.
Setelah dikonfirmasikan tentang kenapa dana BOS dan dana lainnya bisa dicairkan, padahal kondisi sekolah dan kepala sekolahnya saja seperti itu, kembali melalui Kepala Bidang sekaligus sebagai pengelola dana BOS Kabupaten OKI, H. Asnawi,S.Pd (27/4) menjelaskan “kita akan mengecek kembali laporan RAPBS-nya, jelasnya. “selama ini, laporan dari Ibu Anis yang dilengkapi foto-foto sekolah berarti bukan sekolah yang dimaksudkan, jadi sekolah yang mana kita belum tahu”, ungkap Asnawi.  Apakah ada unsur pemalsuan laporan?, Asnawi menjelaskan, “ya kita lihat saja nanti, setelah kita cek kembali”. Ungkapnya.
Dari fakta-fakta dilapangan, dan hasil konfirmasi, bahwa pemerintahlah yang harus menyikapinya agar, tidak terulang kembali dan semestinya diberikan peringatan dan sanksi yang tegas bagi oknum-oknum yang melanggar dan menelantarkan tanggungjawabnya.  Mengingat daerah tersebut tergolong daerah terpencil dan dipesisir pantai, jadi jauh dari jangkauan, menuju ke desa tersebut harus menggunakan transportasi air yaitu speedboard (Perahu motor) dan pemerintah harus lebih jeli lagi, untuk daerah terpencil tersebut....Semoga !!! (Tim)

Bujang Gadis Bende Seguguk Wujudkan Pribadi yang Baik dan Sikap Ramah Tamah


KAYUAGUNG, PR - Acara malam anugrah pemilihan Bujang Gadis Bende Seguguk (6/6) lalu. Yang dilaksanakan di Pendopo Kabupatenan Rumah dinas Bupati OKI, berlangsung dengan meriah, hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati, Ketua Tim Penggerak PKK Kab. OKI, Wakil Ketua DPRD OKI, Unsur Muspida, Dinas Pariwisata Provinsi Sumsel, Sekda, Asisten, Kepala Dinas/ Badan/ Kantor Bagian di Jajaran Pemkab OKI, Camat se-Kab OKI, dan para peserta lomba serta masyarakat.
Dalam laporannya Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten OKI, Hj. Nurmalia,SH, mengatakan tujuan pemilihan Bujang Gadis Bende Seguguk Kabupaten OKI untuk menggali, melestarikan dan mempromosikan wisata budaya di kabupaten OKI, menggalang aspirasi dan partisipasi generasi muda untuk meningkatkan pengembangan kepariwisataan di Kab. OKI, serta ikut berperan aktif dalam pembangunan Kepariwisataan Bumi Bende Seguguk. Adapun sasaran dalam kegiatan ini adalah untuk memilih Bujang dan Gadis yang memiliki wawasan pengetahuan yang luas, berpenampilan menarik dan berkepribadian, memiliki prestasi dan kecintaan di bidang seni budaya daerah, dan dapat mewakili generasi muda sebagai duta wisata Kab. OKI. Adapun jumlah peserta yang mengikuti kegiatan pemilihan Bujang Gadis Bende Seguguk tahun 2011 sebanyak 85 peserta terdiri dari 38 Bujang dan 47 Gadis.
Wakil Bupati OKI, H. Engga Dewata Zainal, S.Sos pada kesempatan itu, menyampaikan ajang Pemilihan Bujang Gadis Bende Seguguk sebagai agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir yang rutin dilaksanakan ini merupakan ajang seleksi pemuda pemudi di tingkat Kabupaten untuk menjaring Bujang Gadis di Kabupaten Ogan Komering Ilir yang berkepribadian, berpenampilan menarik, memiliki wawasan yang luas, memiliki bakat dan kemampuan di bidang seni serta berkompetensi di bidang promo pariwisata dan yang pasti memiliki rasa kebanggaan dan kecintaan terhadap Kabupaten Ogan Komering Ilir oleh sebab itu diharapkan dapat menjadi salah satu pengembangan bakat dan kompetensi para pemuda di Kabupaten Ogan Komering Ilir dalam pengembangan program pembangunan di bidang pariwisata.
Ditambahkan oleh Wakil Bupati pada Bulan Juli 2011 ini Kabupaten Ogan Komering Ilir akan menjadi tuan rumah perhelatan akbar tingkat nasional yaitu event Jambore Nasional. Keberadaan bujang gadis yang terpilih ini nantinya diharapkan dapat mewakili pribadi yang baik dan sikap ramah tamah dari masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ilir. Selanjutnya, bujang gadis ini juga nantinya diharapkan dapat mengangkat dan mengharumkan nama Kabupaten Ogan Komering Ilir baik di tingkat Provinsi, Nasional bahkan Internasional.
Kegiatan ini dilanjutkan dengan pengumuman hasil pemilihan Bujang Gadis Bende Seguguk yang terdiri dari 8 kategori dengan pemenang sebagai berikut :    Pemenang Bujang Gadis Bende Seguguk : Wildan Muttaqin dan Sindi Rizky Afriza, Pemenang Wakil I : Adi Armansyah dan Anggi Ayu Pradyta, Pemenang Wakil II : Alex Kazjuda dan Widya Anggraini, Pemenang Favourite : Didi Yudha Prawira dan Taruli Hutasoit, Pemenang Kategori Persahabatan : Dicky Tera Putra dan Putri Anggun Andika, Pemenang Harapan I : M. Rivki Andris dan Sicilia Pebri Tri Andini, Pemenang Harapan II: Eddy Kurniawan dan Iche Andriyani Liberty, Pemenang Harapan III : Bobby Erinaldo dan Andriana Mariska (PR)